Langsung ke konten utama

PENANGANAN KECELAKAAN KERJA




Segala jenis kegiatan/operasional di lapangan memiliki resiko terjadi kecelakaan kerja. Sebagai tindakan antisipasi, semua pekerja yang melakukan kegiatan pengelolaan hutan KAM KTI diwajibkan untuk menggunakan alat pelindung diri. Beberapa jenis kegiatan yang rawan kecelakaan antara lain :

1.       Penebangan dan penjarangan

Resiko terjadinya kecelakaan kerja pada kegiatan penebangan yaitu :
-     kaki luka terkena tunggak, gergaji atau 
     kapak diantisipasi dengan penggunaan 
     sepatu/boot

-     tangan terluka terkena kayu, gergaji dll
     diantisipasi dengan menggunakan sarung
     tangan
-  kepala luka tertimpa kayu diantisipasi
     dengan  menggunakan helm kerja
-   mata kemasukan serbuk/debu diantisipasi
     dengan menggunakan kacamata/goggle
-    pendengaran terganggu karena
     penggunaan  gergaji mesin dapat
     diantisipasi dengan penggunaan earplug.

2.       Penanaman
Resiko pada kegiatan ini seperti kaki yang luka terkena cangkul, diantisipasi dengan penggunaan sepatu/boot
3.       Mobilitas pekerja menggunakan motor
Resiko terjadi kecelakaan cukup besar. Selain mengatur kecepatan kendaraan, kelengkapan motor seperti rem, spion & kondisi ban harus dicek, dan wajib menggunakan helm.

Apabila terjadi kecelakaan kerja, sebagai tindakan pertolongan pertama, KAM KTI telah menyediakan kotak P3K yang tersedia di kantor/rumah FK. Namun resiko terjadinya kecelakaan umumnya berada kegiatan di lahan anggota yang lokasinya cukup jauh dari kantor/rumah FK. Untuk itu kami juga menyediakan tas/kotak perlengkapan P3K mini yang bisa dibawa ke lahan sebagai antisipasi apabila terjadi kecelakaan ringan. Namun apabila kecelakaan yang terjadi cukup berat, maka korban akan segera dirujuk ke puskesmas/balai kesehatan terdekat untuk penanganan medis lebih lanjut.

Salah satu sosialisasi penggunaan tas/kotak perlengkapan P3K mini pada aktivitas lapangan dilakukan di Kelompok R yang berlokasi di Desa Racek, pada kegiatan penebangan pada tanggal 28 September 2015.

S A F E T Y   F I R S T !!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapuk Hutan (Bombax ceiba L.)

Gambar pohon Kapuk Hutan di Sengkaling Malang Jawa Timur Sinonim : Bombax malabaricum DC., Gossampinus heptaphylla BAKH, Salmalia malabarica (DC) Schott & Endl. Nama Lain : Cottonwood (perdagangan), Kapuk hutan (Indonesia), Randu agung (Jawa). Penyebaran : Dari Pakistan dan India kemudian Myanmar, Indochina, China, Taiwan, Thailand, Jawa, Kalimantan (Sabah), Philipina, Sulawesi, Maluku, Papua dan Australia bagian Utara. Batang besar tergolong raksasa rimba dengan tinggi sampai 45 m dan besar batang 4 meter dengan banir-banir lebar dan alur-alur menaik tinggi, selain itu batangnya tegap bagaikan tiang dan bertajuk jarang yang terbentang agak tinggi. Di Jawa tumbuh dibawah ketinggian 900 mdpl. Menurut Ny. Kloppenburg cairan yang keluar dari akar-akar setelah diiris sebelum matahari terbit dapat dipakai sebagai obat minuman untuk sariawan dan seduhan dari kulit akarnya yang dimemarkan itu diminum untuk meredakan rasa panas dalam daerah lambung. Penggunaan : Kapuk tergolong...

PELATIHAN K3 DAN PEMAKAIAN APD BAGI PEKERJA PERSEMAIAN KAM KTI

Persemaian ( nursery ) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari penanaman hutan sehingga persemaian memegang peranan sangat penting dan merupakan kunci utama dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan. Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung (direct planting) dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah. Meskipun ukuran benih besar tetapi kalau jumlahnya terbatas, maka benih tersebut sebaiknya disemaikan terlebih dulu. Pemilihan Lokasi Persemaian Keberhasilan persemaian benih ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persem...

Rapat Anggota Tahunan Ke-17 Koperasi Alas Mandiri KTI: Tutup Buku 2024 dengan Capaian Positif dan Transparansi

  **PROBOLINGGO** – Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-17 dengan sukses pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara penting ini digunakan untuk menutup buku tahun fiskal 2024 sekaligus mempertanggungjawabkan kinerja pengurus kepada seluruh anggota. Dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Probolinggo, jajaran pengurus, serta seluruh anggota koperasi, RAT berlangsung khidmat dan lancar, menegaskan komitmen koperasi terhadap prinsip keterbukaan dan kebersamaan. Laporan Keuangan Tahun 2024: Pertumbuhan Stabil dan Pengelolaan Efisien Salah satu puncak agenda RAT adalah penyampaian laporan keuangan tahun 2024 oleh pengurus. Data yang dipaparkan menunjukkan pencapaian yang membanggakan:   - Total Pendapatan: Rp. 2.237.059.957   - Total Beban: Rp. 2.224.259.332   Dari angka tersebut, Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil mencatat surplus sebesar Rp. 12.800.625 Capaian ini mencerminkan...