Langsung ke konten utama

Pentingnya Dokumen











Dokumen merupakan elemen penting dalam suatu kegiatan. Dokumen dipergunakan sebagai  alat pembuktian bahwa suatu kegiatan telah dilaksanakan. Keberadaan dokumen kegiatan baik yang berada di admin ataupun sekretariat kelompok harus merupakan satu kesatuan yang tidak boleh terpisahkan dalam pengelolaan Hutan Lestari. 
  
Dokumen yang dipergunakan dalam pengelolaan Hutan Lestari di Koperasi Alas Mandiri KTI terbagi dalam beberapa jenis,  diantaranya Kebijakan Manajemen yang merupakan kebijakan manajamen dalam pengelolaan hutan lestari yang bersifat umum, Standar yang merupakan standard umum dalam suatu pekerjaan, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang merupakan standard atau petunjuk operasional pekerjaan teknis, Modul yang merupakan modul sosialisasi atau modul pekerjaan, Surat Perjanjian dan berbagai  form yang memiliki berbagai fungsi dan kegunaan yang berbeda dalam setiap kegiatan. 
Monitoring Dokumen kelompok dilakukan secara berkala untuk melihat kondisi dan kelengkapan dokumen yang ada di sekretariat tiap kelompok. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui kelengkapan dokumen kelompok dan memastikan bahwa kelompok juga memiliki dokumen terbaru atau up to date. 
KAM KTI juga menyediakan APD atau alat pelindung diri sebagai salah satu bentuk komitmen kami dalam menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ketersediaan APD di kelompok meskipun dalam jumlah yang terbatas diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan anggota untuk memanfaatkan APD juga meningkatkan kesadaran anggota akan pentingnya K3 atau safety dalam setiap pekerjaan. Monitoring APD di kelompok juga dilakukan secara berkala untuk mengetahui kondisi APD yang terdapat di kelompok. Pemeriksaan atau monitoring dokumen dan APD kelompok ini dilakukan oleh Korwil dengan dibantu oleh FK masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapuk Hutan (Bombax ceiba L.)

Gambar pohon Kapuk Hutan di Sengkaling Malang Jawa Timur Sinonim : Bombax malabaricum DC., Gossampinus heptaphylla BAKH, Salmalia malabarica (DC) Schott & Endl. Nama Lain : Cottonwood (perdagangan), Kapuk hutan (Indonesia), Randu agung (Jawa). Penyebaran : Dari Pakistan dan India kemudian Myanmar, Indochina, China, Taiwan, Thailand, Jawa, Kalimantan (Sabah), Philipina, Sulawesi, Maluku, Papua dan Australia bagian Utara. Batang besar tergolong raksasa rimba dengan tinggi sampai 45 m dan besar batang 4 meter dengan banir-banir lebar dan alur-alur menaik tinggi, selain itu batangnya tegap bagaikan tiang dan bertajuk jarang yang terbentang agak tinggi. Di Jawa tumbuh dibawah ketinggian 900 mdpl. Menurut Ny. Kloppenburg cairan yang keluar dari akar-akar setelah diiris sebelum matahari terbit dapat dipakai sebagai obat minuman untuk sariawan dan seduhan dari kulit akarnya yang dimemarkan itu diminum untuk meredakan rasa panas dalam daerah lambung. Penggunaan : Kapuk tergolong...

Rapat Anggota Tahunan Ke-17 Koperasi Alas Mandiri KTI: Tutup Buku 2024 dengan Capaian Positif dan Transparansi

  **PROBOLINGGO** – Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-17 dengan sukses pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara penting ini digunakan untuk menutup buku tahun fiskal 2024 sekaligus mempertanggungjawabkan kinerja pengurus kepada seluruh anggota. Dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Probolinggo, jajaran pengurus, serta seluruh anggota koperasi, RAT berlangsung khidmat dan lancar, menegaskan komitmen koperasi terhadap prinsip keterbukaan dan kebersamaan. Laporan Keuangan Tahun 2024: Pertumbuhan Stabil dan Pengelolaan Efisien Salah satu puncak agenda RAT adalah penyampaian laporan keuangan tahun 2024 oleh pengurus. Data yang dipaparkan menunjukkan pencapaian yang membanggakan:   - Total Pendapatan: Rp. 2.237.059.957   - Total Beban: Rp. 2.224.259.332   Dari angka tersebut, Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil mencatat surplus sebesar Rp. 12.800.625 Capaian ini mencerminkan...

PELATIHAN K3 DAN PEMAKAIAN APD BAGI PEKERJA PERSEMAIAN KAM KTI

Persemaian ( nursery ) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari penanaman hutan sehingga persemaian memegang peranan sangat penting dan merupakan kunci utama dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan. Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung (direct planting) dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah. Meskipun ukuran benih besar tetapi kalau jumlahnya terbatas, maka benih tersebut sebaiknya disemaikan terlebih dulu. Pemilihan Lokasi Persemaian Keberhasilan persemaian benih ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persem...