Langsung ke konten utama

Pentingnya Komunikasi Antar Kelompok

Tanpa terasa tahun 2013 hampir berakhir, saatnya melakukan evaluasi pada semua kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan selama tahun 2013. Monitoring dan evaluasi merupakan salah satu persyaratan dalam menjalankan kegiatan pengelolaan hutan lestari, sebagai kontrol untuk melihat tingkat keberhasilan semua kegiatan yang telah dijalankan sehingga apabila ada aktivitas yang tidak sesuai dengan prosedur atau rencana kerja yang telah ditetapkan, maka dapat dilakukan tindakan untuk perbaikan.

Pertemuan rutin FK (Forum Komunikasi) Kelompok diagendakan pada setiap akhir bulan. Hal ini dimaksudkan agar FK/ketua kelompok dapat melaporkan hasil kegiatan di kelompok masing-masing setiap bulannya dan memperoleh informasi mengenai rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan berikutnya. Banyak informasi yang diperoleh dari pertemuan rutin ini, informasi mengenai kondisi di lapangan, tukar pendapat antar ketua kelompok mengenai aplikasi kegiatan pada masing-masing wilayah, informasi mengenai konflik yang terjadi di masyarakat sebagai dampak kegiatan pengelolaan hutan lestari oleh KAM KTI, informasi mengenai kegiatan produksi/penebangan di kelompok, dll.

Pertemuan rutin pada akhir tahun ini, membahas mengenai kinerja KAM KTI selama tahun 2013. Evaluasi mengenai kegiatan produksi yang masih kurang maksimal, beberapa kendala dalam kegiatan penanaman, masih perlunya sosialisasi dan pelatihan yang lebih mendalam bukan hanya bidang produksi seperti penebangan, pemeliharaan dan upaya pengendalian HPT, tetapi juga masalah lingkungan dan sosial seperti membudayakan safety/K3 dan penggunaan APD pada para pekerja serta peningkatan pemberdayaan dan kemandirian kelompok. Selain hal-hal yang perlu ditingkatkan pada tahun-tahun yang akan datang, tahun 2013 juga mencatatkan beberapa keberhasilan KAM KTI seperti suksesnya pelaksanaan annual surveillance ke-4 pada bulan April, KAM KTI menerima penghargaan Prima Wana Mitra kategori Platinum pada bulan Agustus, serta re-asessment pada bulan September yang membuahkan hasil perpanjangan sertifikasi pengelolaan hutan rakyat lestari dari FSCTM untuk tahun 2013 – 2018.

TERUS SEMANGAT!!!



Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Kami terima seting Weblog/Blogspot dengan fasilitas menarik, membuat tampilan Blog anda selayaknya Website,,, silahkan kunjungi Weblog kami di Catatan Moh. Sholihin, lihat sebagian karya kami di http://kreasisolihin.blogspot.com/2013/12/layanancontact-us.html

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapuk Hutan (Bombax ceiba L.)

Gambar pohon Kapuk Hutan di Sengkaling Malang Jawa Timur Sinonim : Bombax malabaricum DC., Gossampinus heptaphylla BAKH, Salmalia malabarica (DC) Schott & Endl. Nama Lain : Cottonwood (perdagangan), Kapuk hutan (Indonesia), Randu agung (Jawa). Penyebaran : Dari Pakistan dan India kemudian Myanmar, Indochina, China, Taiwan, Thailand, Jawa, Kalimantan (Sabah), Philipina, Sulawesi, Maluku, Papua dan Australia bagian Utara. Batang besar tergolong raksasa rimba dengan tinggi sampai 45 m dan besar batang 4 meter dengan banir-banir lebar dan alur-alur menaik tinggi, selain itu batangnya tegap bagaikan tiang dan bertajuk jarang yang terbentang agak tinggi. Di Jawa tumbuh dibawah ketinggian 900 mdpl. Menurut Ny. Kloppenburg cairan yang keluar dari akar-akar setelah diiris sebelum matahari terbit dapat dipakai sebagai obat minuman untuk sariawan dan seduhan dari kulit akarnya yang dimemarkan itu diminum untuk meredakan rasa panas dalam daerah lambung. Penggunaan : Kapuk tergolong...

PELATIHAN K3 DAN PEMAKAIAN APD BAGI PEKERJA PERSEMAIAN KAM KTI

Persemaian ( nursery ) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari penanaman hutan sehingga persemaian memegang peranan sangat penting dan merupakan kunci utama dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan. Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung (direct planting) dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah. Meskipun ukuran benih besar tetapi kalau jumlahnya terbatas, maka benih tersebut sebaiknya disemaikan terlebih dulu. Pemilihan Lokasi Persemaian Keberhasilan persemaian benih ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persem...

Rapat Anggota Tahunan Ke-17 Koperasi Alas Mandiri KTI: Tutup Buku 2024 dengan Capaian Positif dan Transparansi

  **PROBOLINGGO** – Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-17 dengan sukses pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara penting ini digunakan untuk menutup buku tahun fiskal 2024 sekaligus mempertanggungjawabkan kinerja pengurus kepada seluruh anggota. Dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Probolinggo, jajaran pengurus, serta seluruh anggota koperasi, RAT berlangsung khidmat dan lancar, menegaskan komitmen koperasi terhadap prinsip keterbukaan dan kebersamaan. Laporan Keuangan Tahun 2024: Pertumbuhan Stabil dan Pengelolaan Efisien Salah satu puncak agenda RAT adalah penyampaian laporan keuangan tahun 2024 oleh pengurus. Data yang dipaparkan menunjukkan pencapaian yang membanggakan:   - Total Pendapatan: Rp. 2.237.059.957   - Total Beban: Rp. 2.224.259.332   Dari angka tersebut, Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil mencatat surplus sebesar Rp. 12.800.625 Capaian ini mencerminkan...