Langsung ke konten utama

Ramadhan, Persiapan Surveillance 2012

Salah satu persyaratan bagi KAM KTI sebagai pelaksana sertifikasi hutan rakyat yang bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan hutan yang lestari secara produksi, ekonomi, dan sosial adalah adanya audit/penilaian tahunan (annual surveillance) yang bertujuan untuk mengetahui pemenuhan prinsip FSC™ baik secara dokumentasi maupun aplikasi di lapangan.
Rencana proses penilaian tahunan ketiga KAM KTI akan dilaksanakan pada tanggal 10-15 September 2012 yang dilakukan oleh tim auditor dari Soil Association Woodmark dan PT. Mutuagung Lestari.
Dalam proses penilaian tahunan ketiga ini luas areal kerja KAM KTI sudah meliputi 1.004,55 hektar, yang terdiri dari 1.811 lahan dan 1.296 orang anggota. Areal kerja tersebut dibagi menjadi 30 kelompok yang tersebar di 3 Kecamatan dan 21 Desa, yaitu Kec. Krucil (Kertosuko, Krobungan, Betek, Wedusan, Tambelang, Roto, Sumberduren, Krucil, Plaosan, Bremi, Guyangan); Kec. Tiris (Tiris, Pedagangan, Pesawahan, Racek, Tlogoargo, Ranugedang, Segaran, Andungbiru, dan Andungsari) ; Kec. Maron (Brabe dan Sumberdawe).
Persiapan yang kami lakukan untuk menghadapi annual surveillance kali ini diantaranya adalah melakukan internal audit kelompok, dengan melakukan pengecekan semua dokumen baik di KAM KTI maupun di kelompok (FK) dan juga melakukan pengecekan di lapangan yang bertujuan untuk menilai kesiapan kelompok dan kesesuaian terhadap pemenuhan standart  FSC.
Tidaklah mudah dalam menghadapi penilaian kali ini, karena masih banyak kendala dan rintangan yang kami hadapi. Namun besar harapan kami dengan semua persiapan yang kami lakukan di bulan Ramadhan kali ini, pelaksanaan penilaian tahunan kali ini dapat berjalan dengan lancar dan tidak lagi ada ketidaksesuaian yang menghasilkan CAR seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Marhabban ya Surveillance...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapuk Hutan (Bombax ceiba L.)

Gambar pohon Kapuk Hutan di Sengkaling Malang Jawa Timur Sinonim : Bombax malabaricum DC., Gossampinus heptaphylla BAKH, Salmalia malabarica (DC) Schott & Endl. Nama Lain : Cottonwood (perdagangan), Kapuk hutan (Indonesia), Randu agung (Jawa). Penyebaran : Dari Pakistan dan India kemudian Myanmar, Indochina, China, Taiwan, Thailand, Jawa, Kalimantan (Sabah), Philipina, Sulawesi, Maluku, Papua dan Australia bagian Utara. Batang besar tergolong raksasa rimba dengan tinggi sampai 45 m dan besar batang 4 meter dengan banir-banir lebar dan alur-alur menaik tinggi, selain itu batangnya tegap bagaikan tiang dan bertajuk jarang yang terbentang agak tinggi. Di Jawa tumbuh dibawah ketinggian 900 mdpl. Menurut Ny. Kloppenburg cairan yang keluar dari akar-akar setelah diiris sebelum matahari terbit dapat dipakai sebagai obat minuman untuk sariawan dan seduhan dari kulit akarnya yang dimemarkan itu diminum untuk meredakan rasa panas dalam daerah lambung. Penggunaan : Kapuk tergolong...

PELATIHAN K3 DAN PEMAKAIAN APD BAGI PEKERJA PERSEMAIAN KAM KTI

Persemaian ( nursery ) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari penanaman hutan sehingga persemaian memegang peranan sangat penting dan merupakan kunci utama dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan. Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung (direct planting) dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah. Meskipun ukuran benih besar tetapi kalau jumlahnya terbatas, maka benih tersebut sebaiknya disemaikan terlebih dulu. Pemilihan Lokasi Persemaian Keberhasilan persemaian benih ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persem...

Rapat Anggota Tahunan Ke-17 Koperasi Alas Mandiri KTI: Tutup Buku 2024 dengan Capaian Positif dan Transparansi

  **PROBOLINGGO** – Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-17 dengan sukses pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara penting ini digunakan untuk menutup buku tahun fiskal 2024 sekaligus mempertanggungjawabkan kinerja pengurus kepada seluruh anggota. Dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Probolinggo, jajaran pengurus, serta seluruh anggota koperasi, RAT berlangsung khidmat dan lancar, menegaskan komitmen koperasi terhadap prinsip keterbukaan dan kebersamaan. Laporan Keuangan Tahun 2024: Pertumbuhan Stabil dan Pengelolaan Efisien Salah satu puncak agenda RAT adalah penyampaian laporan keuangan tahun 2024 oleh pengurus. Data yang dipaparkan menunjukkan pencapaian yang membanggakan:   - Total Pendapatan: Rp. 2.237.059.957   - Total Beban: Rp. 2.224.259.332   Dari angka tersebut, Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil mencatat surplus sebesar Rp. 12.800.625 Capaian ini mencerminkan...