Langsung ke konten utama

Monitoring






Monitoring bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberhasilan dari suatu kegiatan. Hasil monitoring ini merupakan bahan evaluasi untuk menentukan jenis kegiatan yang harus dilakukan untuk perbaikan manajemen di tahun selanjutnya. Ada beberapa monitoring yang dilakukan secara rutin setiap bulan, antara lain :
1. Monitoring penebangan
Kegiatan penebangan direncanakan dan dilakukan secara rutin, sehingga kegiatan monitoringnya juga dilakukan secara rutin pada akhir bulan. Monitoring penebangan bertujuan untuk mengontrol kegiatan penebangan agar tidak menyalahi prosedur yang telah ditetapkan. Kegiatan monitoring penebangan dilakukan oleh tim QC penebangan untuk memantau apakah semua prosedur dan dokumen penebangan telah dilaksanakan mulai dari ITSP hingga penandaan tonggak, penggunaan dokumen nota angkutan sampai slip pembayaran yang diterima oleh petani atas pembelian lognya. Selain itu monitoring ini juga digunakan sebagai kontrol agar kegiatan penebangan yang dilakukan tidak melebihi jatah tebang tahunan.

2. Monitoring K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu monitoring rutin yang dilakukan setiap bulan, untuk mengetahui tingkat kecelakaan kerja yang terjadi, upaya pencegahan dan pelaksanaan prosedur K3 di lapangan. Selain itu monitoring ini juga dimaksudkan untuk melihat efektivitas penggunaan APD. Selama tahun 2013, tidak pernah terjadi kecelakaan kerja.

3. Monitoring kebakaran hutan
Sama halnya K3, monitoring kebakaran hutan juga dilaksanakan rutin setiap bulan. Bertujuan untuk mengamati dan mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan di seluruh area kerja KAM KTI. Informasi mengenai terjadinya kebakaran hutan dan kecelakaan kerja ini diperoleh melalui ketua kelompok (FK) selaku koordinator kelompok. Hingga saat ini, belum pernah terjadi kebakaran hutan di wilayah kerja kami.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapuk Hutan (Bombax ceiba L.)

Gambar pohon Kapuk Hutan di Sengkaling Malang Jawa Timur Sinonim : Bombax malabaricum DC., Gossampinus heptaphylla BAKH, Salmalia malabarica (DC) Schott & Endl. Nama Lain : Cottonwood (perdagangan), Kapuk hutan (Indonesia), Randu agung (Jawa). Penyebaran : Dari Pakistan dan India kemudian Myanmar, Indochina, China, Taiwan, Thailand, Jawa, Kalimantan (Sabah), Philipina, Sulawesi, Maluku, Papua dan Australia bagian Utara. Batang besar tergolong raksasa rimba dengan tinggi sampai 45 m dan besar batang 4 meter dengan banir-banir lebar dan alur-alur menaik tinggi, selain itu batangnya tegap bagaikan tiang dan bertajuk jarang yang terbentang agak tinggi. Di Jawa tumbuh dibawah ketinggian 900 mdpl. Menurut Ny. Kloppenburg cairan yang keluar dari akar-akar setelah diiris sebelum matahari terbit dapat dipakai sebagai obat minuman untuk sariawan dan seduhan dari kulit akarnya yang dimemarkan itu diminum untuk meredakan rasa panas dalam daerah lambung. Penggunaan : Kapuk tergolong...

PELATIHAN K3 DAN PEMAKAIAN APD BAGI PEKERJA PERSEMAIAN KAM KTI

Persemaian ( nursery ) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari penanaman hutan sehingga persemaian memegang peranan sangat penting dan merupakan kunci utama dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan. Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung (direct planting) dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah. Meskipun ukuran benih besar tetapi kalau jumlahnya terbatas, maka benih tersebut sebaiknya disemaikan terlebih dulu. Pemilihan Lokasi Persemaian Keberhasilan persemaian benih ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persem...

Rapat Anggota Tahunan Ke-17 Koperasi Alas Mandiri KTI: Tutup Buku 2024 dengan Capaian Positif dan Transparansi

  **PROBOLINGGO** – Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-17 dengan sukses pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara penting ini digunakan untuk menutup buku tahun fiskal 2024 sekaligus mempertanggungjawabkan kinerja pengurus kepada seluruh anggota. Dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Probolinggo, jajaran pengurus, serta seluruh anggota koperasi, RAT berlangsung khidmat dan lancar, menegaskan komitmen koperasi terhadap prinsip keterbukaan dan kebersamaan. Laporan Keuangan Tahun 2024: Pertumbuhan Stabil dan Pengelolaan Efisien Salah satu puncak agenda RAT adalah penyampaian laporan keuangan tahun 2024 oleh pengurus. Data yang dipaparkan menunjukkan pencapaian yang membanggakan:   - Total Pendapatan: Rp. 2.237.059.957   - Total Beban: Rp. 2.224.259.332   Dari angka tersebut, Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil mencatat surplus sebesar Rp. 12.800.625 Capaian ini mencerminkan...