Langsung ke konten utama

Pelatihan safety bagi pekerja penebangan & persemaian

Salah satu temuan dalam re-assessment adalah belum dilaksanakannya pelatihan pada tenaga subkontraktor yang berada dalam wilayah kerja KAM KTI seperti pekerja tebangan dan tenaga persemaian. Pelatihan yang perlu diberikan antara lain mengenai pentingnya K3 (kesehatan dan keselamatan kerja)/safety dan penggunaan APD (alat pelindung diri) pada saat bekerja sebagai bentuk tanggung jawab KAM KTI dalam mengurangi resiko dan dampak apabila terjadi kecelakaan pada saat bekerja, serta pelatihan mengenai prosedur penebangan dan CoC (chain of custody) pada pekerja tebangan.

Pelatihan yang diberikan pada tenaga persemaian berupa pentingnya K3 (kesehatan dan keselamatan kerja)/safety. Kegiatan di persemaian banyak mempergunakan bahan-bahan kimia seperti pupuk dan pestisida, sehingga para pekerja juga perlu mengetahui resiko dari pemakaian bahan-bahan tersebut dan dampaknya bagi kesehatan mereka. Kebiasaan menggunakan APD standar seperti sepatu/boots, sarung tangan, kacamata/goggle, dan masker perlu lebih dibudayakan lagi, terutama pada saat penyemprotan pestisida/pupuk cair dan aplikasi bahan kimia lainnya.

Bagi pekerja penebangan, selain pelatihan dan sosialisasi mengenai safety dan penggunaan APD juga diberikan pelatihan mengenai prosedur penebangan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku dalam pengelolaan hutan lestari KAM KTI. Pelatihan mengenai prosedur penebangan dari ITSP (inventarisasi tegakan sebelum penebangan), penebangan dan arah rebah, serta prosedur mengenai lacak balak/CoC yang meliputi pemotongan log, pengukuran log untuk pembuatan dokumen angkutan, penandaan tunggak pohon yang sudah ditebang, hingga cara pengangkutan log ke TPK KAM KTI. Dari kegiatan pelatihan ini diharapkan semua pekerja semakin memahami pentingnya K3 dan mengetahui prosedur dalam pengelolaan hutan rakyat lestari.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kapuk Hutan (Bombax ceiba L.)

Gambar pohon Kapuk Hutan di Sengkaling Malang Jawa Timur Sinonim : Bombax malabaricum DC., Gossampinus heptaphylla BAKH, Salmalia malabarica (DC) Schott & Endl. Nama Lain : Cottonwood (perdagangan), Kapuk hutan (Indonesia), Randu agung (Jawa). Penyebaran : Dari Pakistan dan India kemudian Myanmar, Indochina, China, Taiwan, Thailand, Jawa, Kalimantan (Sabah), Philipina, Sulawesi, Maluku, Papua dan Australia bagian Utara. Batang besar tergolong raksasa rimba dengan tinggi sampai 45 m dan besar batang 4 meter dengan banir-banir lebar dan alur-alur menaik tinggi, selain itu batangnya tegap bagaikan tiang dan bertajuk jarang yang terbentang agak tinggi. Di Jawa tumbuh dibawah ketinggian 900 mdpl. Menurut Ny. Kloppenburg cairan yang keluar dari akar-akar setelah diiris sebelum matahari terbit dapat dipakai sebagai obat minuman untuk sariawan dan seduhan dari kulit akarnya yang dimemarkan itu diminum untuk meredakan rasa panas dalam daerah lambung. Penggunaan : Kapuk tergolong...

Rapat Anggota Tahunan Ke-17 Koperasi Alas Mandiri KTI: Tutup Buku 2024 dengan Capaian Positif dan Transparansi

  **PROBOLINGGO** – Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-17 dengan sukses pada hari Sabtu, 30 Agustus 2025. Acara penting ini digunakan untuk menutup buku tahun fiskal 2024 sekaligus mempertanggungjawabkan kinerja pengurus kepada seluruh anggota. Dihadiri perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Probolinggo, jajaran pengurus, serta seluruh anggota koperasi, RAT berlangsung khidmat dan lancar, menegaskan komitmen koperasi terhadap prinsip keterbukaan dan kebersamaan. Laporan Keuangan Tahun 2024: Pertumbuhan Stabil dan Pengelolaan Efisien Salah satu puncak agenda RAT adalah penyampaian laporan keuangan tahun 2024 oleh pengurus. Data yang dipaparkan menunjukkan pencapaian yang membanggakan:   - Total Pendapatan: Rp. 2.237.059.957   - Total Beban: Rp. 2.224.259.332   Dari angka tersebut, Koperasi Alas Mandiri KTI berhasil mencatat surplus sebesar Rp. 12.800.625 Capaian ini mencerminkan...

PELATIHAN K3 DAN PEMAKAIAN APD BAGI PEKERJA PERSEMAIAN KAM KTI

Persemaian ( nursery ) adalah tempat atau areal untuk kegiatan memproses benih (atau bahan lain dari tanaman) menjadi bibit/semai yang siap ditanam di lapangan. Kegiatan di persemaian merupakan kegiatan awal di lapangan dari penanaman hutan sehingga persemaian memegang peranan sangat penting dan merupakan kunci utama dalam upaya mencapai keberhasilan penanaman hutan. Penanaman benih ke lapangan dapat dilakukan secara langsung (direct planting) dan secara tidak langsung yang berarti harus disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian. Penanaman secara langsung ke lapangan biasanya dilakukan apabila biji-biji (benih) tersebut berukuran besar dan jumlah persediaannya melimpah. Meskipun ukuran benih besar tetapi kalau jumlahnya terbatas, maka benih tersebut sebaiknya disemaikan terlebih dulu. Pemilihan Lokasi Persemaian Keberhasilan persemaian benih ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persem...